Penjual Pil Terlarang Cilacap di tangkap

radiokusuma.com . Setelah melakukan penyelidikan peredaran obat berbahaya kurang lebih 1 bulan diwilayah Cilacap, Jajaran Sat Narkoba Polres Cilacap Berhasil mengamankan 2 orang ditempat berbeda yang diduga mengedarkan obat obatan tanpa ijin, salah satu pelakunya adalah perempuan. SM ,  35 tahun, diamankan dirumahanya di Dusun Karangsari  Desa Planjan Kecamatan  Kesugihan Kabupaten  Cilacap sementara pelaku wanitanya berinisial  ST , 38 tahun, dagang, diamankatsk pil jadi 1n saat berada dirumahnya di jalan Srandil  Desa Adipala Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Keduanya diamankan pada Pada hari Selasa, 17 November 2015 saat akan mengedarkan obat terlarang kepada pembelinya. Dari tangan SM petugas berhasil menyita 2.500 butir pil hexymer trihexyphenidyl sedangkan dari pekau ST petugas berhasil mengamankan 450 butir pil jenis Trihexyphenidyl.
Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Sumanto S.E mengatakan bahwa jenis obat Trihexyphenidyl yang dijual oleh pelaku merupakan obat  yang  bermanfaat meningkatkan kendali otot dan mengurangi kekakuan. Saat gejala berkurang, obat ini akan membuat gerakan tubuh menjadi lebih normal. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk mengurangi efek penyakit Parkinson atau penyakit gemetaran yang ditandai dengan kaku otot  atau kekakuan anggota gerak.
Namun Sering kali orang menggunakan obat tapi yang diinginkan adalah efek sampingnya, seperti jenis  hexymer trihexyphenidyl yang terkadang digunakan untuk mabuk atau fly cara murah. Dari keterangan pelaku mengakui memperoleh barang tersebut dari seseorang dengan memesan dari Jakarta. Obat tersebut dijual dengan harga per bungkus plastik dengan harga 10 ribu isi 9 butir. Sasaran penjualnya adalah anak anak muda atau orang yang pekerja berat dengan alasan untuk menghilangkan pegal pegal.
Atas perbuatannya kedau pelaku dijarat dengan Pasal 98 ayat 2 Jo 196 sub pasal 108 ayat 1 Jo pasal 198 UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan karena telah   dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat   yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, atau kemanfaatan dan mutu dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dengan denda paling banyak 1 milyar rupiah. (mdy)   
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *