Kereta Api Pasundan Tabrak Truk di Kawunganten

kereta kwtKereta Api Pasundan Tabrak Truk di Kubangkangkumng

radiokusuma.com. seperti di lansir PRLM,  telah terjadi kecelakaan antara Kereta Api Pasundan jurusan Surabaya Gubeng- Kiaracondong, menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan KA no. 450 km 369+7/8 Desa Kubangkangkung, Kawunganten, Senin (11/1/2016).

Sehari sebelumnya Kereta api Bogowonto jurusan Lempuyangan- Pasarsenen menabrak mesin pemadat aspal (tendem roller) di perlintasan tidak terjaga nomor 572 km km 456 + 5/6 di Desa Kalibagor Kecamatan Kebumen yang terletak di antara stasiun Kutowinangun – stasiun Wonosari, Mingggu (10/1/2016).

Dalam dua peristiwa di perlintasan KA ini tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Namun akibat kelalain sopir perjalanan KA terganggu selama berjam-jam untuk evakuasi bangkai truk.

Peristiwa tabrakan di Kubangkankung terjadi terjadi di perlintasan yang terletak antara stasiun Jeruklegi- Kawunganten tersebut terjadi sekitar pukul 17.35.

Saat itu sebuah truk bermuatan pasir bernomor polisi R 1856 DK yang melaju dari arah selatan tidak kuat menanjak setelah melewati perlintasan KA Kubangkangkung.

Truk melorot mundur hingga posisinya berada jalur KA. Pada saat bersamaan KA Pasundan melaju dari arah timur sehingga bagian belakang truk ketabrak lokomotif kereta api.
.
Menejer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Surono mengatakan, akibat kejadian tersebut KA Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang nyantol di pintu kereta serta proses langsir.

Evakuasi truk selesai pukul 18.45, namun karena lokomotif mengalami kerusakan terpaksa harus dilangsir ke Kawunganten dan diganti dengan lok baru yang didatangkan dari setasiun.

“Lokomotif CC 2039816 yang menarik KA Pasundan sendiri mengalami kerusakan sehingga harus digantikan lokomotif baru yang didatangkan dari stasiun Kroya,”jelasnya.

Disamping KA Pasundan sendiri, dua KA lain masing- masing KA Serayu Malam tujuan Pasarsenen dan KA Serayu Siang tujuan Purwokerto juga terhambat perjalanannya. KA Serayu Malam tujuan Pasarsenen tertahan di stasiun Jeruklegi, sementara KA Serayu Siang tujuan Purwokerto tertahan di stasiun Kawunganten.

KA Pasundan saat itu ditarik lok CC 2039816 dan di awaki oleh Masinis Asep serta Assisten Masinis Kusmara. Kereta api yang membawa rangkaian 8 gerbong yang terdiri dari 6 gerbong ekonomi (K3), 1 gerbong kereta makan dan pembangkit generator (MP3) dan 1 gerbong engangkut barang (B) tersebut membawa sekitar 636 penumpang.

Sementara peristiwa yang terjadi di Kebumen Minggu, menyebabkan KA Bogowonto sendiri harus berhenti luar biasa di stasiun Wonosari sekitar 15 menit untuk pemeriksaan kerusakan.

Meskipun mengalami beberapa kerusakan, lokomotif CC 2061345 yang menarik rangkaian KA Bogowonto masih bisa meneruskan perjalanan sampai ke Purwokerto untuk selanjutnya diganti dengan lokomotif lain di stasiun Purwokerto.

“Kami sangat menyayangkan, mereka tidak koordinasi saat akan melintasi perlintasan KA sehingga terjadi kecelakaan”. Setiap alat berat yang akan melintasi jalur KA yang tidak terjaga, wajib berkoordinasi dengan PT KAI untuk menjaga keselamatan di perlintasan KA.

Hal ini karena kecepatan alat berat yang relatif pelan serta rodanya riskan nyangkut di rel tidak bisa mulus melalui rel). Sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan ketika ada KA yang keburu melintas.

Akibat kejadian ini PT KAI mengalami kerugian yang cukup besar. Di samping kerugian karena kerusakan lokomotif, juga kerugiaan akibat terhambatnya perjalanan beberapa kereta api sehingga mengalami keterlambatan cukup besar.

“Kami akan tuntut ganti kerugian kepada pengemudi dan pemilik truk dan pemilik alat berat pada kejadian di Kebumen, ” tambahnya

Beberapa komponen lokomotif KA Bogowonto mengalami kerusakan tersebut antara lain bumper, cow hanger, kran dan saluran air brake, lampu kabut dan 3 buah lampu semboyan hancur serta slang perangkat pemasir lokomotif juga mengalami kerusakan.

Nilai kerugian PT KAI akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp.27,5 juta. Jumlah tersebut meliputi kerugian akibat kerusakan peralatan lokomotif sebesar sekitar Rp. 21 juta dan kerugian akibat keterlambatan perjalanan KA sebesar Rp 6,5 juta. (Eviyanti/A-108)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *