Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan ke Nusakambangan

radiokusuma.com. Dengan pengawalan ketat dari Kepolisian Resor Cilacap, rombongan Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi beberapa Lapas di Pulau Nusakambangan di Cilacap.
Kapal Pengayoman membawa rombongan menyeberang menuju pulau Nusakambangan dikawal oleh 2 kapal Patroli Satuan Polisi Perairan Polres Cilacap.
Lapas yang dikunjungi oleh rombongan antara lain Lapas Batu, lapas Narkotik, Lapas kembang Kuning, lapas Permisan serta lapas Pasir Putih.
Di hadapan awak media, Menkopolhukam Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan  adalah bertujuan untuk melihat kondisi serta peningkatan pengamanan terhadap para nara pidana yang ada di lembaga Pemasyarakatan  Nusakambangan Cilacap.
vvvSasaran utama kunjungan kali ini adalah untuk mengetahui bagaimana para Napi narkoba dan terorisme ditempatkan. “
Kami sepakat akan membuat penjara isolasi buat nara pidana kedua kasus tersebut agar para gembong serta pengedar narkoba tidak bisa melakukan aktivitas dalam penjara untuk menendalikan peredaran narkoba di luar.
Dan tokoh nara pidana kasus terorisme yang dianggap  dapat  menimbulkan gangguan akan di isolasi sehingga tidak bisa berkomunikasi untuk mengendalikan elemen elemen teroris yang ada diluar ”. Mengenai Standar Oprasinal Prosedur ( SOP ) Menko Polhukam menilai sudah cukup namun perlu perbaikan masalah perundang undangan yang mengatur dan penambahan personil pengamanan di lapas.
Sehubungan kekurangan personil Kapolri akan memperbantukan personil Polri untuk ikut melakukan penjagaan terhadap nara Pidana dan dari kementrian Hukum dan Ham akan menambah personil nya Jelas Menkopolhukam kepada para wartawan didepan lapas Pasir Putih Nusakambangan Kamis (11/02/2016).
Agar tidak terjadi kolusi dan hubungan terlalu lama antara petugas lapas dan para nara pidana yang dapat menimbulkan masalah maka akan dilakukan rotasi secara berkala kepada para petugas maupun terhadap para napi baik narkoba maupun napi terorisme.
Menkopolhukam juga mengakui bahwa untuk napi narkoba dan teroris masih bisa berkomunikasi dengan pihak luar, hal itu dibuktikan dengan masih ditemukannya telephon genggam yang berhasil diamankan oleh petugas baik saat pengeledahan atau saat pemindahan napi.  “Kami sempat mengamankan beberapa telephone seluler waktu pengeledahan serta  pemindahan napi  dan barang bukti sudah diserahkan kepada Kapolri dan  Kapolri sudah melihat isi dari percakapan mauapun sms dari telephone seluler tersebut”. mdy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *