Hari Kartini, Siswa SMAN 1 Kedungreja Cilacap Adakan Lomba Bernuansa Jawa

Radiokusuma.com, Kedungreja – Perayaan Hari Kartini di Cilacap Jawa Tengah digelar penuh sukacita. Tak terkecuali di tiap sekolah khususnya di wilayah Kecamatan Kedungreja, seluruh sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas, semua terpantau ikut memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Jum’at 21 April 2017.
Salah satunya di SMA Negeri 1 Kedungreja, sejak Jum’at pagi itu seluruh siswa kelas X (sepuluh) dan XI (sebelas) sudah mengenakan kostum khas Jawa yakni Beskap ataupun Surjan lengkap dengan kerisnya. Begitupun siswi perempuan, mereka menggunakan pakaian adat kebaya lengkap pula dengan aksesorisnya.
siswa saat lomba fashion show
Acara rutinan setiap memperingati hari Kartini tersebut juga diisi perlombaan-perlombaan yang diikuti seluruh kelas sepuluh dan sebelas. Tak cuma busananya saja yang bernuansa Jawa, perlombaannya pun demikian, yakni pidato bahasa jawa, dan menggambar wajah RA. Kartini. Selain itu, lomba menghias makanan, merangkai bunga dan fasion show juga turut memeriahkan acara tersebut.
Pembina OSIS SMAN 1 Kedungreja, Muhammad Basit Nuha saat ditemui radiokusuma.com mengatakan, peringatan hari Kartini kali ini sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh wanita di Nusantara yang telah berpartisipasi bagi kemajuan Bangsa.
“Hari kartini sebagai bentuk apresiasi terhadap emansipasi wanita yang jelas, dan disini juga mengingatkan kembali bahwa wanita itu sudah saatnya bisa menjadi generasi yang maju, artinya ngga cuma untuk didapur saja tapi mereka harus sudah bisa menunjukan partisipasinya bagi kemajuan bangsa dan negara,” ucap Basit Nuha disela-sela kegiatan tersebut.
Sementara dilokasi lain, Fajri An Naba, aktifis pramuka SMA Muhammadiyah Kedungreja mengaku, dalam memperingati hari Kartini sekolahnya hanya menggelar forum untuk mengenang dan menghayati perjuangan RA. Kartini.
“Kita hanya melakukan renungan, renungan dalam arti kita membuat forum. Nah di forum itu kita menghayati dan mendalami bagaimana perjuangan RA. Kartini dalam emansipasi wanita dan perjuangan pendidikan wanita khususnya,” pungkas Fajri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *