Suka Mabuk dan Bikin Kesal, Kakak Diamuk Adik Iparnya Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Radiokusuma.com, Majenang – Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi. AP (42) warga Dusun Ujungbarang1, Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang tega menganiaya ES (39) kakak iparnya sendiri hingga meregang nyawa.

Kapolsek Majenang, AKP Fuad SH, MH pada Selasa 25 April 2017 mengatakan, pelaku ditangkap pada Jumat 21 April 2017.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu 19 April 2017 sekira pukul 23.30 WIB di rumah Oting Purnamasari ibu korban sekaligus mertua pelaku di Dusun Ujungbarang1 RT.02/RW 01 Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Saat itu korban ES pulang dalam keadaan mabuk, sejurus kemudian, Oting Purnamasari membangunkan pelaku AP yang sedang tertidur dan mengatakan ES pulang dalam keadaan mabuk. Diduga karena kesal dengan ulah ES, sesaat setelah bangun, pelaku AP langsung memukul korban dan menginjak kaki korban hingga patah.

“Pelaku nekat melakukan penganiayaan karena kesal terhadap kelakuan kaka iparnya,” tandas Kapolsek.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka pada wajah dan patah tulang kaki. Kemarahan pelaku AP memuncak, karena sebelumnya korban sudah berkali-kali menggadaikan sepeda motor milik pelaku dan sering mabuk mabukan.

“Pelaku langsung memukul korban ke bagian muka hingga beberapa kali dan menginjak kaki korban sampai patah dan memasukannya kedalam kamar mandi,” ucap Kapolsek.

Diketahui, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Majenang dan dirujuk pula ke Rumah Sakit Margono Purwokerto. Namun, karena luka parah, korban ES menghembuskan nafas terakhir di RS. Margono Purwokerto.

“Karena luka yang sangat parah sehingga korban meninggal dunia saat di rawat di rumah sakit Margono,” Pungkas Kapolsek.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat (1), (2) UU RI no.23 tahun 2004 tentang pengahapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga, subsider pasal 353 ayat (1), (2) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *