Menengok Tradisi Takbir Keliling di Desa Sidanegara

Takbir keliling, yang biasa digelar pada saat malam lebaran atau hari raya Idul Fitri memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Apalagi, bagi para perantau di kota. Suasana takbir keliling di kampung pasti salah satu yang ditunggu-tunggu bukan?

Di era modern seperti sekarang, prosesi takbir keliling dengan berjalan kaki membawa obor bambu sembari menabuh bedug sudah sangat jarang dilakukan.

Kaum muda sekarang lebih cenderung memilih mengisi malam takbir dengan keliling menaiki motor, berkeliling kampung.

Tidak masalah. Namun, yang menjadi ironi, tidak sedikit oknum-oknum yang malah mengisi momen tersebut dengan ugal-ugalan di jalan, kumpul-kumpul yang belum jelas juntrungannya.

Disuatu desa, di Kabupaten Cilacap, yakni Desa Sidanegara Kecamatan Kedungreja, Cilacap tradisi takbir keliling masih tetap dijalankan. Malahan, sudah beberapa tahun terakhir, takbir keliling di desa tersebut diperlombakan.

Ari, salah satu pengurus organisasi massa (ormas) pemuda yang menjadi pelopor kegiatan lomba takbir keliling mengatakan, selain memeriahkan malam hari raya Idul Fitri kegiatan tersebut juga dalam rangka syiar.

“Semoga kegiatan itu (takbir keliling) termasuk dalam syiar Islam,” ucap Ari saat ditemui, Sabtu 10 Juni lalu.

Seperti tahun sebelumnya, Ari menjelaskan, peserta perlombaan takbir keliling tersebut akan diikuti mushola dan masjid di dua Desa yakni Desa Sidanegara dan Tambaksari Kecamatan Kedungreja.

Sedikitnya, seribu peserta nanti akan memadati jalan-jalan desa, karena setiap mushola dan masjid yang mendaftar, masing-masing akan mengirimkan pasukan terbaiknya untuk mengikuti takbir keliling, dengan berjalan kaki, seperti tahun lalu, mereka biasanya juga membawa miniatur masjid atau mushola tempat asal mereka.

image

Miniatur mushola yang akan diarak saat malam takbir. (Foto: rachman/portalcilacap.com)

Tak lupa, mereka juga diperbolehkan membawa obor dan kembang api. Tetapi, peserta dilarang keras untuk membawa petasan karena dapat membahayakan.

Mengenai kejuaraan, pihak penyelenggara menyediakan hadiah menarik untuk Mushola dan Masjid yang masuk kriteria kejuaraan, seperti suara takbir, tabuhan bedug dan kerapihan barisan pada saat berkeliling.

Tertarik untuk ikut takbir keliling di Desa Sidanegara?

(Berita ini sudah pernah tayang di portalcilacap.com: Menengok Tradisi Takbir Keliling di Desa Sidanegara Kedungreja/RachmanSyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *