Nunggak Dua Hari, PLN Segel Meteran Tanpa Warning

Ditengah sorak semari membicarakan tarif listrik yang kembali disesuaikan. Seorang pelanggan, mengeluhkan cara petugas PLN  mengambil tindakan terhadap pelanggan yang telat membayar tagihan listrik.

Samsul Wibowo, warga Dusun Prumpung, Desa Serang Kecamatan Cipari, kaget bukan kepalang saat tahu meteran dirumahnya disegel petugas lapangan PLN Rayon Sidareja, Sabtu 22 Juli 2017 sore.

image

Ilustrasi segel ©mediakonsumen.com

Samsul menyadari, dia memang terlambat membayar tagihan listrik rumah miliknya selama dua hari, semenjak batas akhir pembayaran tagihan, yakni per tanggal 20 setiap bulannya.

“Saya telat bayar listrik dua hari, meteranku langsung disegel. Ngga ada peringatan, orangnya matiin lampu terus lari,” kata Samsul saat dikonfirmasi.

Samsul menjelaskan, saat petugas datang dirinya tidak berada dirumah. Namun, istrinya berada dirumah dan sedang berada di dapur. Lebih lanjut, Samsul mengatakan, ketika istri keluar untuk memanggil petugas tersebut. Petugas tetap berlalu begitu saja.

“Penginnya ya teteplah kula nuwun (permisi), bilang saja ‘sana bayar, kalo kelamaan nanti diputus!’ begitu, diperingatkan dulu lah,” kata samsul mencontohkan.

Dilokasi lain, Jofan Manager PLN Rayon Sidareja, saat dihubungi radiokusuma.com menjelaskan perihal konsekuensi keterlambatan pembayaran tagihan listrik. Dia mengatakan, untuk pembayaran listrik lebih dari tanggal 20 sampai akhir bulan, terkena denda administrasi. Jofan melanjutkan, lebih dari awal bulan berikutnya dilakukan pemutusan aliran listrik dan jika pembayaran lebih dari bulan berikutnya lagi, baru dilakukan pembongkaran meter dan berhenti jadi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Penyegelan meter milik Samsul, seharusnya menurut SOP yang dijabarkan Jofan, meter milik Samsul belum bisa disegel, dan hanya dikenakan denda administrasi. Terkait hal itu, Jofan meminta maaf atas penyegelan meter yang dilakukan petugas. Dia mengatakan, kemungkinan terjadi kesalahan atau human error petugas dilapangan. “Kami minta maaf, karena mungkin petugas mengira rumah kosong. Karena biar nggak dua kali kerja, mungkin disegel dulu, biar pelanggan menghubungi,” terang Jofan.

Selain itu, Jofan sedikit memaklumi human error petugas dilapangan, Dia juga mengharapkan, pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk membayar listrik tepat pada waktu yang telah ditentukan guna mendukung petugas dilapangan.

“Kami ada 12 ribu pelanggan yang nunggak setiap bulannya. PLN diberi waktu 10 hari oleh negara untuk pengembalian,” pungkas Jofan.

Reporter : Rachman Syarif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *