Bukan Cuma Selfie Dek, 18 Wahana Ini Akan Hadir di Lokawisata Kemit Forest

Lokawisata Kemit Forest Education di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, baru-baru ini sedang melakukan penyegaran berbagai wahana permainan.

“Bukan cuma impian, tapi udah kenyataan. Walaupun sekarang masih dalam tahap pembangunan,” kata Joko, saat ditemui, Selasa 22 Agustus 2017.

Joko Suprayogi adalah salah satu anggota Repala (Remaja Pencinta Alam) Desa Karanggedang yang pertama mempelopori didirikannya Kemit Forest. Dahulu, sekitar bulan Oktober 2016, Joko bersama tujuh teman seumurannya berinisiatif membuat tempat yang pada waktu itu sedang hits, yakni selfie dek dengan background pemandangan alam dari ketinggian.

Joko berharap, lokawisata tersebut bisa dijadikan salah satu ikon wisata Cilacap, khususnya di Kecamatan Sidareja. Apalagi, dengan adanya Kemit Fores ini, sedikit bisa menyerap tenaga kerja lokal, serta menambah penghasilan warga sekitar yang membuka warung-warung jajanan.

Setelah sekian lama, Kemit Forest mengalami berbagai kemajuan. Wahana pertama, yakni selfie dek dari bahan bambu, sekarang disulap menjadi lebih rapi dengan bahan kayu berbentuk love. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya pencinta selfie.

Potensi Desa Karanggedang, tersebut sedikit banyak menarik perhatian pihak terkait. Terbukti, hutan produksi milik Perhutani KPH Sidareja dialihfungsikan menjadi hutan wisata untuk dikelola manajemen Kemit Forest yang terdiri LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Giri Mulya, Repala dan Perhutani itu sendiri.

Dapat Perhatian dari Putra Daerah

Belakangan, perusahaan yang bergerak dibidang wahana permainan anak, CV. Masterbee Indonesia menggelontorkan dana lebih dari Rp 1,5 Miliar untuk pengadaan wahana-wahana baru di Kemit Forest. Sedikitnya, 18 wahana, nantinya akan disajikan di lokawisata Kemit Forest tersebut.

image
Prototipe ayunan gantung, salah satu wahana permainan yang akan jadi andalan ©istimewa

Adhy Andriwiguna, putra daerah asli Desa Karanggedang sekaligus owner Masterbee Indonesia mengatakan, pihaknya sangat bangga terhadap potensi desa tempat asalnya itu. Ia bersama investor lainnya berharap, kepedulian putra daerah dapat dimanfaatkan pihak manajemen Kemit Forest.

Selain itu, Adhy mengungkapkan, selain perhatian pihak swasta, pihak pemerintah juga diharapkan ikut andil dalam percepatan pembangunan potensi desa tersebut. Apalagi, akses jalan menuju lokasi, yang notabene milik pemerintah, masih kurang dapat perhatian.

“Kaitannya dengan jalan, ini kan salah satu hal yang dasar untuk pengembangan suatu obyek wisata. Ini menjadi tantangan buat kami, gimana caranya jalan ini bisa rapih untuk menuju tempat wisata. Jadi ada pengunjung dateng, tidak mengeluhkan kaitannya dengan jalan,” kata Adhy.

image
Panahan, salah satu wahana yang siap. Selain itu, paintball shoting target, ketapel angry bird dan ayunan gantung juga sudah ada di lokawisata Kemit Fores ©istimewa

Diluar hal-hal tersebut, Kemit Forest sudah beroprasi, 4 wahana baru di Kemit Forest seperti archery (panah), paintball shooting target, ketapel angry bird dan ayunan gantung, sudah bisa dimainkan dengan harga tiket relatif murah. Selain itu, kata Adhy 14 wahana lainnya masih dalam proses, dan siap dibuka pada awal tahun 2018, “Yang lain masih dalam proses, Insyaallah awal tahun depan sudah siap, mohon doanya mas,” pungkas Adhy.

Reporter : Rachman Syarif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *