Hasil Audiensi, Ribuan Guru Wiyata Bhakti Harus Masih Bersabar

Cilacap – Setelah perwakilan guru Wiyata Bakti (WB) SD dan SMP se-Cilacap melakukan audiensi di gedung DPRD untuk menyampaikan sejumlah tuntutan pada Rabu (4/10) kemarin, ribuan guru peserta demonstran harus masih bersabar.

Audiensi yang dihadiri Plt Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Kapolres, Kepala Dinas Pendidikan dan Kedudayaan Cilacap, Ketua PGRI Cilacap serta para anggota dewan itu berlangsung alot.

“Kami tidak menuntut banyaklah, yang utama kami menuntut kesejahteraan dan SK bupati, karena SK bupati jelas untuk menuju kesejahteraan lainnya. Contohnya pada tunjangan fungsional, sertifikasi. Sementara ini guru wiyata bhakti tidak bisa sertifikasi dengan alasan tidak punya legalitas dari pemerintah,” kata Sultoni, ketua FK-GTT/PTT Kabupaten Cilacap.

Meski tuntutan guru wiyata bhakti belum dipenuhi secara langsung, dalam audiensi tersebut, dihasilkan tiga kesepakatan. yakni, untuk mendapatkan SK Bupati diusahakan sampai deadline pada 9 Oktober mendatang. Jumat (6/10) Dinas P dan K bersama DPRD Cilacap akan melakukan studi banding ke Temanggung.

Kedua untuk kesejahteraan GTT dan PTT, anggaran dari APBD Cilacap akan ditambah sekitar Rp 7 miliar, sehingga guru wiyata bhakti yang belum mendapatkan transportasi bisa didata dan diusulkan dan nominal bantuan bisa naik. Dan terakhir, data base GTT dan PTT akan dimasukkan dan dilaporkan oleh dinas terkait.

Diketahui, sekita 4000 wiyata bhaktu yang tergabung dalam FK -GTT/ PTT Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai di Pendopo Kabupaten dan Gedung DPRD Cilacap. Mereka menyampaikan orasi nya menuntut Tri Tugu Bhakti (Tiga Tujuan Guru Wiyata Bhakti) yakni, meminta diterbitkannya SK Bupati tentang Guru GTT/PTT, meminta honor yang layak untuk kesejahteraan guru GTT dan PTT, dan meminta agar data base GTT dan PTT untuk dimasukkan dan dilaporkan oleh dinas terkait serta Jaminan Kesehatan.

Reporter : Rachman Syarif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *