Tahun 2018 Dana Desa Naik Rp 11 Miliar

Cilacap – Alokasi dana desa di Kabupaten Cilacap, pada tahun 2018 mengalami kenaikan 11 miliar. Angka yang sebelumnya hanya Rp 232.084.054.000, tahun depan akan bertambah menjadi Rp 243.267.132.000.

Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap, Achmad Arifin SR SH MM mengatakan, meskipun secara total alokasi mengalami kenaikan, namun dengan format penyaluran yang berbeda, justru tahun depan kemungkinan ada desa yang dana desanya berkurang kisaran Rp 200 juta. Selain itu, beberapa desa ada yang dana desanya naik, sehingga menerima hampir Rp 1 miliar.

“Tahun ini angka minimal untuk dana desa dari pagunya paling kecil Rp 720 juta. Tahun depan angka minimalnya bisa menjadi Rp 616 juta,” kata Achmad Arifin seperti dikutip dari radarbanyumas.com, Selasa (19/12).

Dia menjelaskan, untuk 60 desa tertinggal mendapat tambahan sebesar Rp 147 juta dan untuk 2 desa yang sangat tertinggal masing-masing desa ditambah sampai Rp 294 juta.

“Dari data dari Kemenkeu RI, desa yang masih sangat tertinggal yaitu Desa Bantar Wanareja dan Desa Bolang Dayeuhluhur,” kata dia.

Penyaluran dana desa pada tahun 2018, akan memakai sistem baru. Pemerintah pusat menyiapkan formasi baru tersebut agar dana desa bisa mendorong penurunan kemiskinan dan kesenjangan di kawasan perdesaan.

Melalui formasi baru ini, pagu dana desa yang awalnya dibagi secara rata sebanyak 90 persen akan berubah. Mulai 2018 pagu dana desa akan diturunkan porsinya menjadi hanya sebanyak 80 persen dengan porsi 77 persen dibagi secara rata.

Sementara yang 3 persen khusus affirmasi on top untuk desa sangat tertinggal dan desa tertinggal yang memiliki jumlah penduduk miskin banyak.

“Tahun ini, tertinggi untuk Desa Pahonjean Rp 991,5 juta dan terendah Desa Ketanggung Rp 776,9 juta,” pungkas Arifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *