Misteri Penemuan Mayat di Cinangsi Akhirnya Terungkap

Radiokusuma.com, Cilacap – Misteri mayat laki-laki yang ditemukan di tepi Jalan Raya Sidareja-Karangpucung, Desa Cinangsi, Kabupaten Cilacap, akhirnya terungkap.

Krido Kiumbaran (20), warga Desa Karanganyar RT 10 RW 03, Kecamatan Gandrumangu, Kabupaten Cilacap ditemukan sudah meregang nyawa diduga menjadi korban pengeroyokan.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Gandrungmangu bersama tim medis dari Puskesmas Gandrungmangu 2. Terdapat tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban di antaranya berupa bekas luka memar, luka benjol di kepala, dan luka bekas cekikan di leher.

Setelah penemuan mayat tersebut, petugas Unit Reskrim Polsek Gandrungmangu bersama Unit Reskrim dari sejumlah Polsek se-distrik Sidareja dan Satreskrim Polres Cilacap melakukan gelar perkara. Dari hasil olah TKP, Polisi menemukan titik terang.

“Terungkapnya kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian ini berawal dari penemuan sesosok mayat oleh warga di tepi Jalan Raya Sidareja-Karangpucung, masuk wilayah Desa Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, pada hari Kamis (31/1), dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Gandrungmangu,” kata Kepala Satreskrim Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Onkoseno Grandiarso Sukahar saat konferensi pers di Markas Polres Cilacap, Jumat siang.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, tim gabungan mendapatkan informasi keberadaan terduga pelaku. Polisi mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku.

“Dari hasil interogasi dan pemeriksaan secara intensif, keempat terduga pelaku tersebut mengakui perbuatannya. Mereka melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban sampai meninggal dunia,” katanya.

Dianiaya Rekan Sendiri

Empat terduga pelaku pengeroyokan tersebut berinisial AK (24), Pr (19), Ch (21), dan IA (24), warga Gandrungmangu sekaligus rekan korban.

Pengeroyokan berawal dari perselisihan di antara mereka yang merupakan anak jalanan (anak punk, red.).

Keterangan salah seorang pelaku berinisial AK, sebelum pengeroyokan tersebut terjadi, dia bersama korban dan teman-temannya baru minum minuman beralkohol. Korban yang sedang mabuk berat kemudian menantang AK berkelahi.

“Setelah dia kencing, saya dorong dengan kaki hingga jatuh dan mengenai sepeda motor. Sepeda motornya saya berdirikan dan dia menantang lagi hingga akhirnya terjadi pengeroyokan,” kata AK kepada rekan-rekan media.

Kasus ini masih didalami polisi. Keempat terduga pelaku diancam Pasal 170 ayat 2 ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *