Ubu-Ubur Melimpah di Cilacap, Harga Anjlok

Radiokusuma.com, Cilacap – Laut pesisir selatan Jawa Tengah “menggila”. Pasalnya, pada musim Januari ini, nelayan Jetis Kecamatan Nusawungu, panen ubur-ubur besar-besaran.

Nelayan dengan perahu mini saja, mampu menangkap ubur-ubur dua hingga empat ton dalam waktu sehari. Hal itu dikatakan Ketua Nelayan Jetis, Marimun Mariyogi.

“Dalam sehari tempat pengolahan ubur-ubur bisa banjir ubur-ubur 50 – 70 ton,” ujarnya.

Namun panen ubur-ubur ternyata belum menjanjikan untung bagi nelayan. Harga ubur-ubur jatuh karena pengepul yang menerima hasil tangkapan nelayan ini jumlahnya masih terbatas.

”Jumlah ubur-ubur sedang sangat melimpah. Namun sebagian nelayan enggan mencari ubur-ubur, karena untungnya tidak banyak. Berbeda dengan hasil tangkapan ikan, seperti ikan layur dan bawal putih,” kata dia.

Dia mengungkapkan, , ubur-ubur dari nelayan hanya dihargai Rp 650 per kilogram. Harga yang sangat murah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, harga ubur-ubur saat itu bisa mencapai Rp 1200 hingga Rp 2000 per kilogram.

Sumber: radarbanyumas.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *