2 Bocah di Pekalongan Keracunan Coklat, 1 Meninggal Dunia

image

Radiokusuma.com, Pekalongan – Taufiq (42), warga Panjang Wetang Gang 1 Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan harus kehilangan putrinya bernama Jesika Putri lantaran mengkonsumsi jajanan sembarangan.

Peristiwa sedih yang menimpa gadis kecil bernama Jesika Putri agaknya menjadi pelajaran berharga bagi orangtua untuk memperhatikan betul jajanan yang dikonsumsi anak.

Taufiq menceritakan, awal mula Jesika Putri bersama 3 temannya membeli cokelat itu pada Rabu (24/4/2019) sore.

“Anak saya bersama tiga temannya, membeli cokelat di warung, pada Rabu (24/4) sore. Selang satu jam setelah makan cokelat tersebut, ia muntah-muntah dan mengeluarkan keringat dingin,” jelasnya seperti dikutip laman TribunJateng.com.

Karena terus muntah, pada Kamis dini hari dia membawa Jesika ke RS Bendan Pekalongon, namun Tuhan memanggil anak terakhirnya.

Wakil Kepala Polres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy menuturkan, cokelat yang dikomsumsi oleh Jesica bermerek Mermaid.

Cokelat itu dijual dengan harga murah, hanya Rp 500 per bungkus.

“Setelah makan cokelat tersebut, dua bocah menjadi korban, seorang bernama Jesika dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di RS Bendan.

“Satu korban lagi, Nur Syafia Rahma (5), yang kini dirawat secara intensif di RS Budi Rahayu, Kota Pekalongan,” ujar Wayan.

Wayan menambahkan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan urine Syafia mengandung darah. Disisi lain, leukosit atau sel darah putih Syafia meningkat menjadi 16 ribu, sedangkan normalnya di bawah 14 ribu.

Peningkatan leukosit itu bisa jadi karena intoksikasi setelah memakan cokelat.

Saat dibawa ke rumah sakit, Rabu (24/4) lalu, Syafia mengalami muntah-muntah, disertai pusing hebat. Itu menandakan tubuhnya kemasukan benda asing, dan tubuh Syafia menolaknya. Gejala tersebut merupakan gejala keracunan.

Ia menambahkan, intoksikasi bisa menyebabkan meninggal dunia jika salah dalam penanganan.

“Saya mengimbau, jika masyarakat menemukan kasus yang sama, korban sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Salah sedikit dalam penanganan intoksikasi bisa berakibat fatal,” pungkasnya.

Sumber : TribunJateng.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *